Selasa, 01 Juni 2010

Update Status Terbalik di FaceBook, Friendster dan Blog

Berbagai cara dilakukan orang untuk mendapatkan perhatian dari teman lain baik itu di facebook dan friendster. Salah satunya adalah dengan Membuat tulisan terbalik (upside down writer).

Ketika melihat update status teman facebook lain penulis, penulis sedikit kesulitan membaca update statusnya karena tulisannya yang terbalik

Karena penasaran, penulis mencari di google dengan kata pencarian membuat tulisan terbalik di facebook. Akhirnya penulis mendapatkan bahwa untuk Membuat tulisan terbalik (upside down writer) tidak hanya bisa diterapkan di facebook, tetapi bisa juga diterapkan di Twitter, YouTube, MySpace, Yahoo, MSN, AOL, Bebo, Craigslist, Gmail, dan blog (baik itu wordpress, blogspot maupun joomla).

Cara membuat tulisan terbalik ini tidaklah susah, kita cukup dengan memamfaatkan berbagai layanan on-line yang tersedia secara gratis (free) yaitu :

1. http://www.sherv.net/flip.html

2. http://www.fliptextgenerator.com/

3. http://www.sevenwires.com/play/UpsideDownLetters.html

4. http://revfad.com/flip.html

Pada prinsipnya, penggunaan media di atas hampir sama semuanya. Kali ini penulis akan mencoba menerapkan di salah satu layanan di atas yaitu www.sherv.net. Caranya sebagai berikut :

  1. Masukkanlah tulisan yang ingin ditampilkan untuk di putar balik.
  2. Terdapat dua hasil tulisan terbalik yang ditampilkan, yaitu untuk messenger dan untuk website blog.
  3. Copy-paste tulisan yang terdapat di kotak ke-3 (tiga) kedalam facebook, friendster ataupun blog anda.
  4. Publish / tayangkan hasil tulisan anda untuk melihat hasilnya

Namun layanan ini sepertinya cocok digunakan untuk layanan hiburan, bukan untuk blog terutama yang berisi berita. Berikut contoh tulisan terbalik

Contoh tulisan yang akan di balikkan :

membuat tulisan terbalik di facebook, friendster dan blog

Hasil tulisan yang telah dibalikkan :

ƃolq uɐp ɹǝʇspuǝıɹɟ `ʞooqǝɔɐɟ ıp ʞılɐqɹǝʇ uɐsılnʇ ʇɐnqɯǝɯ

Selamat mencoba


sumber : disini

Belajar mengetik 10 jari dengan game Typeshark

Mengetik itu mudah, hanya tinggal pencet tombol sesuai dengan huruf yang diinginkan, tapi tahukah anda utnuk mempercepat ketikan kita paling tidak kita harus memaksimalkan seluruh jari tangan kita.?

Saya akan memperkenalkan kepada anda yang ingin bisa mengetik cepat dengan memaksimalkan sepuluh jari anda. Program ini bisa dikatakan game juga, namun permainannya dengan menebak rangkaian huruf.

Dalam game ini juga ada tutorial menggunakan sepuluh jari anda. untuk lebih jelasnya langsung saja download dan install gamenya.

Download disini

Cara install :
1. Ekstrak TypeShark.zip dengan program Winrar

2. Masukkan Kode registrasi di file serial.txt

Konstruksi Sosial Media Massa

A. Latar Belakang Kajian Konstruksi Sosial Media

Pada mulanya, iklan televisi merupakan subkajian sosiologi komunikasi massa yang kemudian bersentuhan dengan studi komunikasi bisnis dan budaya popular. Di saat iklan memperoleh medium yang disebut televisi, pesan-pesannya semakin menjadi hidup, bergairah, dan memenuhi sasaran secara lebih efektif bila dibandingkan dengan iklan melalui media lainnya.

Selama ini iklan televisi telah banyak menumbuhkan kegairahan sosiologis dalam interaksi sosial di antara anggota masyarakat, sebagaimana beberapa contoh berbagai parodi (bagian dari interaksi verbal yang terdengar di masyarakat). Di antaranya terdengar di tengah senda gurau anak-anak, ‘aku dan kau, jelekan kau’. Parodi lain yang juga terdengar di kalangan remaja yang sedang bersitegang, ‘ah teori’. Dua parodi itu ternyata ditiru dari iklan Dancow dan sampo Clear yang sudah cukup lama ditayangkan di televise. Ada juga parodi yang menggelitik telinga seperti, ‘orang pintar minum tolak angin’ (Tolak Angin).

Parodi-parodi di atas hanyalah hiburan musiman yang berkembang, kemudian hilang, dan muncul lagi, namun lebih dari itu, kenyataan ini menyadarkan bahwa adanya sebuah realitas baru di masyarakat yang merefleksikan parodi-parodi itu karena seseorang melihat iklan televisi. Bahkan realitas sosial tersebut dapat atau sedang dikonstruksi oleh sebuah iklan televisi.

Parodi hanyalah salah satu contoh dari realitas kekuatan media mengkonstruksi realitas sosial, di mana melalui kekuatan itu media memindahkan realitas sosial ke dalam pesan media dengan atau setelah diubah citranya, kemudian media memindahkannya melalui replikasi citra ke dalam realitas sosial yang baru di masyarakat, seakan realitas itu sedang hidup di masyarakat. Contohnya iklan susu Dancow di televisi yang menyebutkan ‘aku dan kau suka Dancow’. Pada awalnya ide iklan tersebut diangkat dari dialog seorang ibu dengan anaknya (sebuah realitas sosial lama). Namun, begitu dialog itu terjadi dalam media televisi, maka telah terjadi perubahan citra, bahwa Dancow bukan lagi susu sembarangan. Hal ini dikarenakan ketika pada akhir dialog, sang anak sehabis minum susu Dancow lalu ia memberitahukan kepada ibunya, kalau tangannya telah menyentuh telinga. Artinya, sang anak telah cepat besar hanya dengan meminum segelas Dancow.

Berdasarkan contoh iklan susu Dancow tersebut, akhirnya menggiring kepada serangkaian pertanyaan tentang bagaimana suatu realitas sosial bisa dikonstruksi oleh iklan televisi. Dengan kata lain, adakah format iklan tertentu yang dapat mengkonstruksi realitas sosial. Begitu pula seharusnya ada substansi tertentu yang menunjukkan adanya ciri-ciri realitas sosial yang dibentuk oleh iklan, kemudian, adakah makna dan implikasi sosial tertentu yang terdapat simbol dan citra realitas sosial suatu iklan.

Secara teoritis persoalan itu sementara dapat dijawab bahwa konstruksi sosial iklan televisi adalah cara bagaimana realitas baru itu bisa dikonstruksi oleh media melalui interaksi simbolik dan padanan budaya dalam dunia intersubjektif serta proses pelembagaan realitas baru. Sebagaimana dikatakan Parera, terciptanya konstruksi sosial itu melalui tiga momen dialektis, yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Sehingga sebagai media konstruksi realitas sosial, iklan mampu melampaui momen dialektis.

Namun, masalah-masalah dominan dalam bab ini, yakni persoalan iklan televisi mengkonstruksi realitas sosial, atau dengan kata lain bagaimana konstruksi iklan televisi atas realitas sosial dalam masyarakat kapitalis. Persoalan spesifiknya menyangkut substansi mengenai:

1. Proses konstruksi iklan televisi atas realitas sosial sebagai refleksi dari kekuatan konstruksi sosial pencipta iklan televisi;
2. Bentuk atau ciri realitas sosial apa yang dibentuk atau dibangun oleh konstruksi sosial pencipta iklan televisi;
3. Makna dan implikasi sosial suatu simbol realitas sosial dari iklan televisi bagi masyarakat pemirsa televisi.

B. Teori konstruksi sosial

Paradigma Definisi Sosial

Sebelum memahami teori konstruksi sosial, akan dijelaskan terlebih dahulu tentang paradigma definisi sosial dan paradigma konstruktivis. Ritzer menjelaskan bahwa ide dasar semua teori dalam paradigma definisi sosial sebenarnya berpandangan bahwa manusia adalah aktor yang kreatif dari realitas sosialnya. Artinya, tindakan manusia tidak sepenuhnya ditentukan oleh norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai, dan sebagainya, yang semua itu tercakup dalam fakta sosial yaitu tindakan yang tergambarkan struktur dan pranata sosial.

Manusia dalam banyak hal memiliki kebebasan untuk bertindak di luar batas kontrol struktur dan pranata sosialnya di mana individu berasal. Manusia secara aktif dan kreatif mengembangkan dirinya melalui respon-respon terhadap stimulus dalam dunia kognitifnya. Karena itu, paradigma definisi sosial lebih tertarik pada apa yang ada dalam pemikiran manusia tentang proses sosial, terutama para pengikut interaksi simbolik. Dalam proses sosial, individu manusia dipandang sebagai pencipta realitas sosial yang relatif bebas di dalam dunia sosialnya.

Yang menjadi pusat perhatian dalam paradigma definisi sosial adalah tentang tindakan sosial, yaitu tindakan individu mempunyai makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Teori yang tergabung adalah teori aksi, interaksionisme simbolik, dan fenomenologi. Dalam pandangan paradigma definisi sosial, realitas adalah hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial di sekelilingnya. Dunia sosial yang dimaksud (menurut George Simmel) bahwa realitas dunia sosial itu berdiri sendiri di luar individu, yang menurut kesan kita itu ‘ada’ dalam diri sendiri dan hukum yang menguasainya.

Paradigma Konstruktivis

Sementara paradigma konstruktivis ialah paradigma di mana kebenaran suatu realitas sosial dilihat sebagai hasil konstruksi sosial, dan kebenaran suatu realitas sosial bersifat relatif (nisbi). Pertama, dilihat dari penjelasan ontologis, realitas yang dikonstruksi itu berlaku sesuai konteks spesifik yang dinilai relevan oleh pelaku sosial. Kedua, paradigma konstruktivis ditinjau dari konteks epistemologis, bahwa pemahaman tentang suatu realitas merupakan produk interaksi antara peneliti dengan objek yang diteliti. Dalam hal ini, paradigma konstruktivis bersifat transactionalist atau subjectivist. Ketiga, dalam konteks aksiologi, yakni peneliti sebagai passionate participation, fasilitator yang menjembatani keragaman subjektivitas pelaku sosial.

Posisi pembahasan teoretis dalam bab ini, berada pada studi-studi masyarakat dan komunikasi massa (mass communication and society) dengan topik kajian utama media massa dan konstruksi sosial atas realitas sosial (mass media and social construction of reality). Untuk menempatkan kajian ini pada kerangka sosiologis, maka dalam pembahasan nanti, paradigma definisi sosial menjadi basis dominan di samping paradigma konstruktivis (constructivism paradigm). Sehingga diharapkan dapat menjembatani kedua paradigma, yakni kerangka studi sosiologi komunikasi dengan spesifikasi konstruksi sosial iklan televisi dalam masyarakat kapitalis.

Teori Konstruksi Realitas

Konsep mengenai konstruksi pertama kali diperkenalkan oleh Peter L. Berger, seorang interpretatif. Peter L. Berger bersama-sama dengan Thomas Luckman mengatakan setiap realitas sosial dibentuk dan dikonstruksi oleh manusia. Mereka menyebutkan proses terciptanya konstruksi realitas sosial melalui adanya tiga tahap, yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Secara singkat, penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Eksternalisasi ialah proses penyesuaian diri dengan dunia sosiokultural sebagai produk manusia. Dimulai dari interaksi antara pesan iklan dengan individu pemirsa melalui tayangan televisi. Tahap pertama ini merupakan bagian yang penting dan mendasar dalam satu pola interaksi antara individu dengan produk-produk sosial masyarakatnya. Yang dimaksud dalam proses ini ialah ketika suatu produk sosial telah menjadi sebuah bagian penting dalam masyarakat yang setiap saat dibutuhkan oleh individu, maka produk sosial itu menjadi bagian penting dalam kehidupan seseorang untuk melihat dunia luar;
2. Objektivasi ialah tahap di mana interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubjektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi. Pada tahap ini, sebuah produk sosial berada proses institusionalisasi, sedangkan individu memanifestasikan diri dalam produk-produk kegiatan manusia yang tersedia, baik bagi produsen-produsennya maupun bagi orang lain sebagai unsur dari dunia bersama. Objektivasi ini bertahan lama sampai melampaui batas tatap muka di mana mereka bisa dipahami secara langsung. Dengan demikian, individu melakukan objektivasi terhadap produk sosial, baik penciptanya maupun individu lain. Kondisi ini berlangsung tanpa harus mereka saling bertemu. Artinya, proses ini bisa terjadi melalui penyebaran opini sebuah produk sosial yang berkembang di masyarakat melalui diskursus opini masyarakat tentang produk sosial, dan tanpa harus terjadi tatap muka antarindividu dan pencipta produk sosial;
3. Internalisasi ialah proses di mana individu mengidentifikasikan dirinya dengan lembaga-lembaga sosial atau organisasi sosial tempat individu menjadi anggotanya. Terdapat dua pemahaman dasar dari proses internalisasi secara umum; pertama, bagi pemahaman mengenai ‘sesama saya’ yaitu pemahaman mengenai individu dan orang lain; kedua, pemahaman mengenai dunia sebagai sesuatu yang maknawi dari kenyataan sosial.

C. Teori Politik-Ekonomi Media

Garnham mengemukakan beberapa asumsi yang menjadi kerangka berpikir dari teori politik-ekonomi media, yaitu:

“An approach which focuses more on economic structure than on ideological content of media; It asserts the dependence of ideology on the economic base and directs research attention to the empirical analysis of the structure of ownership and to the way media market forces operate; From this point of view, the media institution has to be considered as part of the economic system though with close links to the political system; The predominant character of the knowledge of and for society produced by the media can be largely accounted for by the exchange value of different kinds of content, under conditions of pressure to expand markets, and by the underlying economic interests of owners and decision makers” .

(Sebuah pendekatan yang lebih memfokuskan pada struktur ekonomi daripada isi ideologi media; Teori ini menyatakan ketergantungan ideologi pada dasar ekonomi dan menunjukkan perhatian penelitian pada analisis empiris terhadap struktur kepemilikan dan mekanisme kerja kekuatan pasar media; Dari sudut pandang ini, institusi media harus dipertimbangkan sebagai bagian dari sistem ekonomi yang berkaitan dengan sistem politik; Kualitas pengetahuan yang diproduksi media untuk masyarakat, sebagian besar dapat ditentukan oleh pertukaran nilai berbagai macam isi di dalam kondisi yang memaksakan perluasan pasar, dan di bawah kepentingan ekonomi dan pembuat kebijakan).

Teori Politik-Ekonomi Media (political-economic media theory) bisa dikategorikan salah satu akar dari teori makro komunikasi massa. Secara komprehensif, Teori Politik-Ekonomi Media memusatkan perhatian bahwa media massa sebagai bagian dari suatu industri yang mempunyai kaitan erat dengan aspek ekonomi dan politik. Aspek ekonomi bisa dirumuskan dengan bagaimana media menjual atau memasarkan isi berita. Di dalam pemikiran ini, isi berita pada media bisa disebut sebagai sebuah komoditi untuk dijual ke pasar. Tetapi, isi berita suatu media dikontrol oleh apa yang diinginkan pasar. Di sinilah kekuatan pasar sebagai bagian dari sistem ekonomi memiliki pengaruh terhadap isi berita media massa.

Sedangkan hubungan antara institusi pers dengan aspek politik bisa ditinjau dari struktur kepemilikan media dan ideologinya. Namun, tidak dapat disangkal bahwa institusi pers memiliki ketergantungan dan bahkan lebih dekat dengan sistem politik (pembuat kebijakan) suatu negara. Maka dari itu, aspek ekonomi dan politik selalu mempengaruhi pemberitaan sebuah media baik cetak maupun elektronik.

Daftar Pustaka

Bungin, Burhan. 2007. Konstruksi Sosial Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

McQuail, Dennis. 1987. Mass Communication Theory: An Introduction. London and New Delhi: Sage Publications.

Sumber

Sebaran Matakuliah Jurusan Dakwah - Program Studi KPI

Sebaran matakuliah
Kurikulum berbasis Kompetensi
Jurusan Dakwah - Program Studi KPI

No
Kode
Mata Kuliah
Bobot SKS
1
Sti.001
Filsafat Pancasila
2
2
Sti.003
Akidah Islamiyah
3
3
Sti.006
Ulumul Qur'an
3
4
Sti.007
Ulumul Hadits
3
5
Sti.008
Islamic Building
2
6
Sti.014
IAD/ILH
2
7
Sti.015
ISD/IBD
2
8
Sti.015
Bahasa Inggris I
2
9
Sti.019
Bahasa Arab I
2
10
Sti.024
BTA & PPI *)
0


Jumlah
21

*) Teknis pelaksanaannya diatur kemudian

Tantangan dakwah di era posmodernisme

Tantangan dakwah di era posmodernisme

Elya Munfarida*

Abstract:

As a criticism to modernism, posrnodernism has created new cultural realities different from the previous. Through its political acts and strategies, postmodernism has constructed cultural hypereality and complexity. This changebecomes a chance and also threat that we need to be critical to anticipate the negative effects. One of its strategies is cultural deconstruction, which denies transcendental signs, meanings, and values, represents one of its negative effects. It will eliminate religious values which by contrast place transcendental values as its principle. For that reason, we need to con textual ize Islamic teachings in order not to make postmodernism eliminate Muslims' sense of religiousity. Da 'wa, as a means of communication and transformation ofIslamic values, plays a significant role in this postmodernism era. Consequently, reconstruction of contextual da 'wa strategy should be committed to balance the domination of postmodernism cultures.

Keywords:
postmodemism, capitalism, contextualizaton, da'wa strategy

Pendahuluan

Globalisasi informasi telah menjadikan sekat-sekat antar wilayah atau negara semakin terkikis atau bahkan telah hilang. Konflik sosial politik, krisis ekonomi, bene aria alam, bahkan sampai gaya ~ busana yang terjadi dan berkembang di suatu wilayah dapat disaksikan, dirasakan dan dialami secara langsung oleh penduduk di bagian lain di dunia. Dalam bukunya yang sudah k1asik, Understanding media, The Extensions of Man, Marshal Me Luhan secara optimis memprediksikan bahwa perkembangan teknologi informasi - khususnya televisi dan komputer - telah memungkinkan umat manusia hidup di dalam dunia yang disebutnya desa global. Dunia yang tidak lebih besar dari sebuah layar kaca atau disket, yang di dalamnya semua informasi dapat diakumulasikan, direproduksi dan disiarkan kembali mclalui media rersebut.[i] Dalam pernyataan Mc Luhan, tersirat optimismenya terhadap peran teknologi informasi bagi perkembangan kemanusiaan.


Narnun demikian, dalam perkembangarmya, globalisasi informasi ternyata juga membawa ekses negatif yang terlewatkan atau luput dari prediksi Mc Luhan. Globalisasi informasi telah menirnbulkan ekses over informasi (informasi yang beriebihan). Informasi diproduksi secara berlebihan (overload) sehingga meneiptakan kondisi hyper-informasi, di mana informasi tidak iagi berfungsi mengkomunikasikan pesan untuk ditangkap maknanya dan kemudian ditransendensikan guna peningkatan kualitas hidup manusia, tapi justru menimbulkan kehampaan dan ketidakbermaknaan. Obesitas informasi yang diproduksi media telah mengaburkan realitas dan fantasi, yang benar dan yang palsu, yang bermakna dan yang tidak bermakna, yang baik dan yang buruk, yang bermoral dan yang amoral. Kondisi inilah yang disebut Jean Baudrillard dan Umiwilo Eco sebagai dunia hiperealitas, yakni keadaan runtuhnya realitas, yilng diambil alih oleh rekayasa model-model (citraan, halusinasi, simulasi[ii]), yang dianggap lebih nyata dari realitas sendiri, sehingga perbedaan antara keduanya menjadi kabur,' Tayangan sinetron, Mickey Mouse, Superman dan berbagai tontonan lain yang pada dasarnya bersifat fantasi karena tidak ada relefansi realitasnya, dianggap lebih nyata dari realitas sosial.



* penulis adalah Magister Agama UIN Sunan Klaijaga, Yogyakarta, Dosen tetap Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto

[i] Yasraf Amir Piliang, Dunia yang Dilipat, Tamasya Melampaui Batas-Batas Kcbudayaan, (Yogyakarta: Jalasutra, 2004), hat. 198-199.

[ii] Simulasi (simulation) adalah proses pcnciptaan bentuk-bcntuk nyata melalui model-model yang tidak ada asal-usul atau referensi realitasnya, sehingga memampukan manusia mcmbuat yang supernatural, ilusi, fan tasi , khayali mcnjadi tampak nyata. Miisalnya, film kartun Superman, Batman, dunia Disneyland merupakan bcberapa contoh simulasi dimanaa eksitensinya bersifat ilusi atau fantasi karcna tidak ada referensi realitasnya, narnun tarnpak seperti nyata. lbid., hal 25.

Quran di Microsoft Word

Seringkali kita membuat artikel ataupun makalah dimana di butuh kan dalil yang bersumber dari Al-quran. Dengan program Quran In Word Ind 1.3, kita bisa memasukkan teks Al-Quran 30 juz beserta terjemahan Arab dan Indonesia. Tentu saja program ini sangat mempermudah kita dalam penulisan dalil Al-Quran di Word.
Berikut cara penginstalannya :
1. Download dan Install program Quran In Word Ind 1.3.

2. Restart Komputer
3. Buka Microsoft Word, maka akan munculmenu baru Al-Quran di sebelah menu help.

Cara Mudah Mendapatkan Uang 27$ Dalam Sehari

Kini semakin maraknya Bisnis online di internet. Banyak orang menghasilkan uang lewat internet. Salah satunya yaitu, dengan hanya Survey suatu website, kita bisa dapatkan uang $. Hal ini cukup mudah dilakukan bukan?

Saya mengenal program ini sejak sekitar sebulan yang lalu. Nama dari program ini adalah Aw Surveys. Cuma survey kurang lebih 6-7 website, kita akan dapat 27$. Program Survey ini ternyata sudah terbukti membayar alias bukan SCAM/penipuan. Banyak member/anggota dari orang Indonesia yang sudah mendapatkan bayaran dari program ini. Caranya cukup mudah sekali. Anda ikuti tutorial dari Saya, begini caranya:
1. Klik link ini atau Anda bisa buka Awsurveys.com.
2. Klik tulisan “Create A Free Account” di bagian atas kanan website tersebut3. Isi semua data-data yang mereka butuhkan. Dimulai dari User Name sampai dengan E-mail.

4. Setelah selesai mengisi data-datanya, klik create free account di bagian bawah sendiri.
5. Setelah selesai mendaftar disana, Anda login di Aw Survey.
6. Setelah login, Anda bisa mengerjakan survey yang akan anda kerjakan di bagian agak ke bawah halaman (Dibawah kata “The Following Surveys are Available“).

7. Survey semua website yang disediakan oleh pihak Aw Surveys. Saat pertama kali mendaftar, akan ada 6-7 survey yang total surveynya bernilai 27$.

8. Tulislah semua survey dalam bahasa Inggris. Anda hanya memasukkan 3 kalimat opini Anda tentang situs yang di survey. Kalau bisa, tulis survey opini tentang kelebihan website itu, bukan kekurangannya. Hal itu dimaksudkan, agar Anda bisa melakukan payouts saat Current balance Anda sudah mencapai 75$. Pihak Aw Survey akan menilai Survey Anda, apakah itu SPAM Survey atau bukan. Jika Anda hanya memasukkan survey opini asal-asalan, besar kemungkinan pada saat Anda akan melakukan Payouts/Mengambil uang/Redeem Money, Anda tidak akan dibayar oleh mereka. Untuk itu, diharapkan tidak melakukan SPAM Survey.

9. Setelah Anda melakukan semua survey, maka Current balance Anda menjadi 27$. Untuk dapat melakukan payouts, Current balance anda harus 75$. Pembayaran bisa melalui PayPal. Jika belum punya paypal, Anda lihat artikel Saya tentang Bagaimana Cara Membuat Account Paypal.

10. Untuk mencapai 75$, Caranya yaitu ajaklah teman/keluarga/saudara Anda dan dapatkan 1.25$ untuk setiap orang yang berhasil Anda ajak bergabung di Awsurveys.com melalui link referal Anda. Anda bisa mengambil Link referal Anda di halaman refer friends atas sendiri.